Mengungkap Keindahan dan Mitos di Istana Tampak Siring

Bali menawarkan sejuta pilihan destinasi wisata dengan atmosfer yang berbeda dengan tempat lainnya. Selain dikenal dengan pantai-pantai yang eksotis dan indah, Bali juga memiliki banyak tujuan wisata lainnya yang tak kalah menarik untuk dieksplorasi.

Salah satu yang sangat melekat dari kehidupan masyarakat Bali adalah budayanya yang mengagumkan, inilah aset wisata yang tak kalah bagus untuk dijelajahi. Bicara soal Bali kita tidak bisa melepaskan diri dari banyaknya mitos yang ada disana. Mitos dan keindahan sudah seperti dua sisi mata uang yang melengkapi dan tidak bisa dipisahkan.

Satu tempat wisata yang juga kental dengan keindahan sekaligus mitos yang melingkupinya adalah Istana Tampak Siring. Tempat yang dulunya sempat dijadikan sebagai Presiden RI pertama Ir. Soekarno sebagai peristirahatan. Sebelum datang kesana, yuk tengok dan ketahui dulu apa saja potensi wisata Istana Tampak Siring, Bali berikut mitosnya.

Keindahan Kawasan Istana Tampak Siring

Istana Megah yang Berdiri Gagah di Atas Bukit

Ketika kita sudah masuk ke dalam kawasan wisata Tampak Siring maka jangan lupa untuk melemparkan pandangan mata ke arah bukit. Disana akan bisa kita lihat ada sebuah bangunan yang cukup megah berdiri dengan gagah di atasnya.

Ya, itulah yang disebut dengan Istana Tampak Siring. Dan istana itulah yang dulu menjadi tempat peristirahatan Presiden RI yang pertama, Ir. Soekarno kalau sedang berada di Pulau Bali.

Istana tersebut berada di atas bukit dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut dan dibangun pada tahun 1957. Memiliki 2 bagian gedung yang berbeda yaitu Wisma Merdeka yang merupakan persinggahan Presiden dan keluarga, serta Wisma Yudhistira yang digunakan untuk menginap para tamu.

Kemudian pada tahun 1963 Istana Tampak Siring ditambah dengan 2 bangunan lagi yaitu Wisma Negara dan Wisma Bima. Wisma Negara digunakan untuk tempat menjamu para tamu penting yang datang sedangkan Wisma Bisma digunakan untuk beristirahat oleh pengawal presiden.

Bukit Hijau yang Sejuk dan Menawan

Saat melayangkan pandangan ke arah bukit maka bukan hanya istana saja yang akan ditangkap oleh mata kita. Yang tak kalah indah adalah hijaunya bukit dimana istana tersebut berdiri.

Dipenuhi dengan pepohonan rindang yang akan membuat kita merasakan udara sejuk saat menapaki tangga yang cukup banyak untuk sampai ke istana. Mirip dengan apa yang ditulis dalam lirik lagu Naik-naik ke Puncak Gunung hanya bedanya di kiri kanan bukan pohon cemara.

Pemandangan Gunung Batur dan Gunung Agung

Dari atas bukit Tampak Siring kita akan bisa melihat kegagahan 2 gunung terkenal di Pulau Bali yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung. Kedua pemandangan pegunungan yang menakjubkan tersebut akan menghilangkan rasa lelah kita akibat menaiki tangga yang tak sedikit jumlahnya kala akan menuju ke istana. Rasa lelah dibayar lunas dengan pemandangan pegunungan di sisi kiri dan kanan yang memanjakan mata.

Kawanan Rusa di Halaman Istana

yang tak kalah menarik untuk dilihat adalah rusa yang memang dipelihara di halaman istana. Mirip dengan apa yang ada di Istana Bogor, Jawa Barat. Anak-anak bisa menikmati keindahan pepohonan dan rerumputan sambil memberi makan pada rusa-rusa tersebut.

Yang tak kalah menarik untuk dijelajahi selain keindahannya adalah mitos yang ada di Istana Tampak Siring. Apa saja mitos yang ada di tempat tersebut yang telah banyak dikenal oleh orang di sekitarnya? Inilah mitos-mitos tersebut.

Mitos Tentang Kawasan Tampak Siring

Air Tirta Empul Membuat Awet Muda

Di kawasan wisata Tampak Siring kita akan menemui sebuah kolam yang airnya jernih. Itulah yang disebut dengan Tirta Empul. Di kolam tersebut kita bisa menemukan beberapa pancuran dan biasanya para wisatawan akan mencuci muka dengan airnya.

Ada mitos yang mengatakan bahwa membasuh muka dengan air dari kolam pemandian Tirta Empul tersebut akan bisa membuat kita menjadi awet muda. Hanya saja pemandian tersebut memang tidak diijinkan untuk mandi dan berenang.

Candi di Dalam Istana

Ada cerita yang menyebutkan bahwa konon di dalam istana kepresidenan Tampak Siring terdapat sebuah candi. Konon candi tersebut dulunya merupakan tempat menyepi dan semedi Raja Udayana, seorang raja terkenal di Bali. Udayana menikah dengan seorang putri dari Kediri yang kemudian akan melahirkan calon raja terkenal di wilayah Jawa Timur yaitu Airlangga dan juga Anak Wungsu.

Candi Gunung Kawi adalah namanya dan hingga sekarang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai tempat yang angker dan keramat. Menurut cerita di dalam candi tersebutlah Raja Udayana dan seluruh keluarganya dimakamkan setelah meninggal dunia. Tetapi nyatanya cerita mitos tentang keangkeran istana tersebut tidak membuatnya sepi wisatawan malah sebaliknya. Banyak yang datang kesana untuk membuktikan sendiri atau sekedar ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah di Istana Tampak Siring tersebut. Karena memang kawasan di sekitar istana menyajikan pemandangan hijau dan kesejukan yang menyenangkan.

Click to rate this post!
(0 suara)

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.